Minggu, 18 Desember 2011

Menulis Merupakan Proses Bernalar

Berpikir merupakan suatu proses bernalar dimana akan muncul gambaran-gambaran yang tersusun dalam suatu urutan yang saling berhubungan untuk mencapai suatu kesimpulan. Kegiatan berpikir inilah yang dinamakan kegiatan bernalar. Proses bernalar atau penalaran merupakan proses berpikir yang sistematik untuk memperoleh kesimpulan berupa pengetahuan. Kegiatan penalaran mungkin bersifat ilmiah atau tidak ilmiah. Dan dari hasil penalaran inilah kita dapat menuangkannya dalam sebuah karya tulis.

Menulis tidaklah sulit, akan tetapi untuk menghasilkan tulisan yang bagus kita harus berpikir untuk menghubungkan data-data atau fakta-fakta yang kita dapat dan membandingkannya serta mencari referensi dari sumber lain. Dari prosesnya, penalaran dapat dibedakan menjadi 2 yaitu penalaran deduktif dan penalaran induktif. Penalaran induktif adalah proses penalaran untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku umum berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat khusus, sedangkan penalaran deduktif dimulai dengan suatu premis yaitu pernyataan dasar untuk menarik kesimpulan.

Selain itu, menulis juga harus memperhatikan ketentuan-ketuan yang berlaku agar karangan tersebut tidak rancu seperti memperhatikan tanda baca (ejaan), kosa kata, penggunaan bahasa, EYD, dan sebagainya. Penggunaan bahasa di sini dapat diartikan sebagai penggunaan ragam bahasa, terbagi menjadi 2 (dua) yaitu ragam bahasa baku (resmi) dan ragam bahasa tidak baku (tidak resmi). Ragam bahasa baku dapat kita temukan dalam sebuah karya sastra, roman, dan novel. Sedangkan ragam bahasa tidak baku dapat kita temukan dalam sebuah buku bacaan anak-anak yang masih menggunakan bahasa sederhana (sehari-hari), novel remaja, dan sebagainya.

Seorang penulis tentu saja merupakan orang yang dapat bernalar secara baik, mengembangkan ide dalam bentuk karangan sehingga dapat menjadi sebuah tulisan yang dapat dinikmati para pembacanya. Oleh karena itu, kita harus bisa menghargai hasil tulisan orang lain karena untuk menghasilkannya dibutuhkan usaha yang tidak mudah. Oleh karena itu, kita harus menghargai hasil karya seseorang karena belum tentu kita mampu membuat yang lebih baik daripada yang dia buat.
Menulis merupakan suatu pengungkapan pikiran yang dituangkan ke dalam bentuk sebuah tulisan. Ide yang dituangkan oleh si penulis dapat berasal dari pengalaman dan pengetahuan atau pun imajinasi dari si penulis.

Menulis merupakan proses bernalar. Dimana pada saat kita ingin menulis sesuatu tulisan baik itu dalam bentuk karangan atau pun yang lainnya, maka kita harus mencari topiknya terlebih dahulu. Dan dalam mencari suatau topik tersebut kita harus berfikir, maka pada saat kita berfikir tanpa kita sadari kita sendiri telah melakukan proses penalaran. maka pada kesempatan kali ini saya akan memaparkan sedikit mengenai menulis merupakan prosae bernalar.

Setiap hari kita selalu menggunakan otak kita untuk berfikir, bahkan setiap detik dan menit kita menggunakan otak kita untuk berfikir. Pada saat kita berpikir, maka dalam benak kita akan akan timbul bermacam-macam gambaran tentang sesuatu yang hadirnya tidak secara nyata. misalnya pada saat-saat kita melamun. Kegiatan berpikir yang lebih tinggi dilakukan secara sadar, tersusun dalam urutan yang saling berhubungan, dan bertujuan untuk sampai kepada suatu kesimpulan. Jenis kegiatan berpikir yang terakhir inilah yang disebut kegiatan bernalar.

Berdasarkan uraian di atas, dapat kita ambil kesimpulan bahwa proses bernalar atau singkatnya penalaran merupakan proses berpikir yang sistematik untuk memperoleh kesimpulan berupa pengetahuan.

abstrak

Abtraksi

Dalam upaya memacu dan meningkatkan kegiatan pembangunan serta lebih memberikan peluang kepada dunia usaha untuk berperan serta secara lebih luas di Kawasan Timur Indonesia khususnya Propinsi Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan, pemerintah telah mengeluarkan Keppres 164 tahun 1998 tentang Penetapan Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (Kapet) Pare Pare. Kawasan pengembangan ini diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekonomi dan berfungsi sebagai penggerak pembangunan di kawasan tersebut dan sekitarnya. Penetapan Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu tersebut disertai dengan pemberian kemudahan-kemudahan yang dapat memberikan peluang kepada dunia usaha. Artikel ini melihat potensi dan kendala yang dihadapi Kapet Pare Pare dalam rangka mewujudkan Visi Kapet Pare Pare sebagai kawasan bandar niaga yang efisien, berbasis kemandirian lokal, dan berperan sebagai titik tumpu lahirnya keterkaitan fungsional antar wilayah.